Pengembangan Prasarana Irigasi untuk Peningkatan Produktivitas Lahan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara

M Yanuar J Purwanto, - Subari, Friday Fritriana Nur
*

Sari


Potensi lahan di suatu kawasan yang produktivitasnya kurang bagus akan menghasilkan tingkat pendapatan (revenue) yang relatif rendah, sehingga berdampak pada rendahnya pendapatan perkapita (income) kawasan tersebut. Dalam hal ini produktivitas lahan merupakan nilai koefisien suatu luasan panen dari pola tanam tertentu yang berhasil dikerjakan secara riil baik mendapatkan hasil dari panen saja atau ditambah dengan usaha nilai tambah dari bahan baku yang dipanen di kawasan tersebut. Untuk mengkaji hal tersebut diperlukan suatu pemahaman tentang hubungan karakteristik terhadap revenue dari suatu kawasan dengan menggunakan hubungan antara realisasi pola tanam tahunan dengan revenue (PDRB) kawasan. Penelitian ini adalah menyusun strategi pengembangan prasarana lahan beririgasi dengan meningkatkan kualitas jaringan irigasi dari sederhana sampai ke setengah teknis sesuai dengan tingkat kecukupan air yang tersedia, peningkatan kesejahteraan dan swasembada pangan. Studi menggunakan kasus kawasan irigasi di Bendung Wawotobi menunjukkan bahwa tingkat keteknisan jaringan yang akan dikembangkan untuk pencapaian swasembada pangan yang diperlukan dan peningkatan income dapat dicapai bersama dengan model revenue di tahun 2020 tergantung pada tingkat nilai tambah kawasan.


Kata Kunci


prasarana irigasi; nilai tambah; income dan swasembada

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bappeda Kabupaten Kendari. 2003. Rencana Strategis Kabupaten Kendari. Bappeda Kendari, Kendari.

Bappeda Kabupaten Kendari. 2003. Program Pembangunan Daerah (PROPEDA) Kabupaten Konawe 2003. Bappeda Kendari, Kendari.

BPS. 2002. Kabupaten Kendari Dalam Angka 2002. BPS Kendari. Kendari.

Dermawan (1999). Analisis Pendapatan Usahatani Kedele serta Nilai Tambah Industri Tahu Tempe. Skripsi. Jurusan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Faperta, IPB. Bogor.

Friday F.N. 2004. Studi Penetapan Kebutuhan Lahan Teknis Sebagai Penggerak Pembangunan Desa Menuju Kawasan Agro Industri Di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Skripsi. Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Bogor.

Latif A. 2004. Analisis Penetapan Kebutuhan Lahan Teknis dalam Pengembangan Kawasan Menuju Agropolitan di Kabupaten Toba Samosir. Skripsi. Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Bogor.

Purwanto, 2003. Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kabupaten Toba Samosir. LPPM-IPB, Bogor.

Rinawati. 2003. Studi Penetapan Kebutuhan Lahan Teknis untuk Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Skripsi. Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB. Bogor.

Sub Dinas Pengairan Kabupaten Konawe.2001. Rencana tata tanam global daerah irigasi Wawotobi. Kendari


Statistik Tampilan

Sari : 515 kali
PDF : 829 kali


DOI: http://dx.doi.org/10.31028/ji.v8.i1.35-45

Hak Cipta (c) 2013 Jurnal Irigasi



Jurnal Irigasi terindeks oleh:

 

Creative Commons License

Jurnal ini di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License. Hak Cipta Jurnal Irigasi, didukung oleh OJS.